Sign in

or

Email
Password

BE A GOOD LEADER, GIRLS!

By Nena Zakiah |

 

Pernah nggak sih kalau ada tugas kelompok, teman-teman kompakan meminta kita memegang jabatan sebagai ketua? Atau kita malah sudah naturally tumbuh menjadi opinion leader di dalam sebuah gank? Ya, nggak bisa dipungkiri kalau dalam kehidupan sehari-hari, ada aja situasi yang mengharuskan kita memangku posisi kepercayaan as a leader. Dan kita semua tahu jika memegang jabatan sebagai seorang leader itu gak segampang yang dibayangkan.

Nah, kalau begitu, seperti apa sih leader yang baik itu? Simak yuk tips-tips dibawah ini!

 

1. Listen, listen and listen

Yap, seorang leader tentunya memiliki anggota-anggota yang telah memilih dan memberi kepercayaannya kepada kita. That’s why, jangan pernah mengecewakan mereka yang telah memberi amanah. Always listen, listen and listen to them to fulfill their needs. Selain itu, mendengarkan juga membuat wawasan kita kaya akan berbagai sudut pandang dan membuat kita bisa menentukan mana keputusan terbaik yang akan kita ambil nantinya.

 

2. Know how to communicate

 

Setelah sesi mendengarkan usai, kita juga perlu banget untuk mengemukakan pendapat kita pribadi. Take a deep breath and start talking. Berikan argumen-argumen logis yang telah kita pikirkan masak-masak sebelum diucapkan. Selain itu, mengucapkan pendapat dalam nada suara yang sesuai serta gestur tubuh yang meyakinkan (example: menatap mata lawan bicara), adalah kunci agar orang lain mempercayai apa yang kita katakan.

 

3. Brave to making decision

Another step after listen and talk to our team, adalah mengambil keputusan itu sendiri. Nggak mudah lho, menyatukan banyak kepala, dengan banyak pendapat dan opini, lalu kita diminta untuk memilih satu saja keputusan yang dianggap paling baik. Mana sih, kira-kira keputusan yang gak bakal menyusahkan anggota kita? Mana juga keputusan yang justru bakal menguntungkan kita? Memikirkan dengan matang, lalu memilih keputusan dengan bijak dan tanpa dilandasi subjektivitas pribadi adalah caranya. It (will) works!

 

4. Evaluate

Nah, ini hal yang terkadang terlupakan, yakni mengevaluasi. Evaluasi bisa dalam bentuk evaluasi program yang telah dijalankan dan evaluasi kinerja diri sendiri maupun orang lain (tim). Kecenderungannya adalah ketika program telah terlihat “sukses” atau “berhasil”, kita akan mengabaikan sisi-sisi kecil yang negatif. Padahal, sekecil apapun itu, jika dirasa kurang sukses, maka kita juga tetap harus mengevaluasi itu. Evaluasi diri sendiri pun juga harus dilakukan, karena akan berdampak pada pola kepemimpinan kita di masa depan. Jangan merasa angkuh dan anti kritik, sebab hal tersebut akan membuat kita nggak bisa berkembang lho, girls!

 

AUTHOR

Nena Zakiah

Leave a Comment
0 comment
Silahkan login untuk menulis komentar