Sign in

or

Email
Password

DIDIK NINI THOWOK, TOKOH INSPIRATIF SENIMAN YOGYAKARTA

By Fadilla Annisa Ramadhani |

 

Siapa sih yang nggak kenal sama seniman Yogyakarta bernama Didik Nini Thowok? Semua pasti tahu kalo beliau adalah seorang penari handal dari Yogyakarta. Kesuksesan yang beliau dapat bermula pada ketertarikannya pada dunia seni waktu kecil. Dahulu saat masih remaja, beliau memang senang bernyanyi, dan suaranya pun sangat merdu. Apalagi jika ia menyanyikan lagu-lagu tembang Jawa. Ketertarikanya dalam dunia tari bermula ketika beliau melihat pertunjukan wayang orang dengan wujud sendratari. Karena kondisi perekonomian keluarganya yang tidak bagus, Didik Nini Thowok pun mulai mendalami seni tari ini dari teman dekatnya, Sumarsih. Sumarsih adalah teman dari Didik Nini Thowok yang pandai dalam menari dan menembang. Beliau cepat dalam mempelajari tari karena selain memang memiliki tubuh yang luwes, beliau juga memang seorang yang berbakat.

 

m.tempo.co

 

Setelah berlatih dengan temanya, Didik Nini Thowok pun lanjut belajar dari guru tari bernama Ibu Sumiyati. Selain mengajari Didik Nini Thowok, Ibu Sumiyati juga mengajari ketiga adiknya. Tak habis ide dari Didik Nini Thowok, beliau membayar guru ini dari hasil menyewakan komik warisan kakeknya. Selain belajar dari Ibu Sumiyati, Didik juga belajar tarian Bali klasik dari seorang tukang cukur rambut.

Setelah lulus SMA, impian beliau untuk melanjutkan kuliah di ASTI Yogyakarta terbentur pada biaya. Didik pun bekerja, tak jauh dari kesukaannya, menari. Didik menjadi pegawai honorer di Kabin Kebudayaan Kabupaten Temanggung dengan tugas mengajar tari di beberapa sekolah (SD dan SMP), serta memberi les privat menari untuk anak-anak di sekitar Temanggung.

Dua tahun setelah lulus SMA, Didik bertekad untuk kuliah di ASTI. Berbekal uang tabungannya, Didik berangkat ke Yogyakarta dan mendaftar di ASTI. Berkat Tari Manipuri, tarian wanita yang diperagakannya dengan begitu cantik, Didik berhasil memikat tim juri ASTI. Sehingga Didik diterima dan dinyatakan sebagai mahasiswa ASTI angkatan 1974.

Setelah kita lihat sedikit dari kehidupan tokoh seniman Didik Nini Thowok, kita dapat mengambil kesimpulan. Bahwa ketika kita memiliki passion, jangan sekali-kali menyia-nyiakannya. Bisa saja ketika kita kembangkan passion ini, kita dapat menemukan jalan hidup kita. Seperti Didik Nini Thowok.

Okay! Itu yang bisa ku sampaikan. Semoga apa yang telah disampaikan dapat menjadi inspirasi buat temen-temen sekalian. See you girls!

 

*cover pict by antarafoto.com

 

AUTHOR

Fadilla Annisa Ramadhani

Leave a Comment
0 comment
Silahkan login untuk menulis komentar