Hangouts & Travel

Cerita Liburan ke Sumba Bersama Pemenang Cerita Indonesia Kita

Kadek Arini
By Kadek Arini

Member

Share To:
Cerita Liburan ke Sumba Bersama Pemenang Cerita Indonesia Kita

Semenjak menginjakkan kaki ke Sumba pada 2014 lalu, saya langsung jatuh hati dengan kecantikan alam Sumba dan keramahan warganya yang selalu menyapa setiap wisatawan yang datang silih berganti ke kampung mereka.

Tahun ini, kali kelima saya berkunjung ke Pulau Sumba. Kalau ada yang nanya, "Bosan nggak?" Saya pasti mantap menjawab, “Pokoknya tak ada kata bosan untuk datang kembali ke Sumba.” Karena selalu ada pengalaman yang berbeda di setiap kunjungan. Seperti kunjungan ke Sumba kali ini bersama enam pemenang Clean & Clear Cerita Indonesia Kita.

Enam pemenang Clean & Clear Cerita Indonesia Kita setuju jika Sumba punya bentang alam yang cantik nan eksotis. Mereka terkagum akan kecantikan alam Sumba dan keberagaman budaya Sumba yang mungkin bisa membuat siapapun yang melihatnya geleng-geleng kepala. Saya pun merasakan hal yang sama. Pertama kali menginjakkan kaki ke Sumba, saya langsung kagum dengan sikap masyarakat Sumba yang masih mempertahankan nilai leluhur nenek moyang mereka.

Perjalanan keliling Sumba bersama enam perempuan muda pemenang Clean & Clear Cerita Indonesia Kita, seru banget! Dari yang awalnya tidak saling mengenal satu sama lain, kemudian bisa akrab layaknya saudara. Menikmati Sumba dengan canda tawa sambil bermain pasir di pantai ataupun sekedar menatap bintang di langit.

Lantas bagaimana kesan tentang Pulau Sumba dari enam pemenang Clean & Clear Cerita Indonesia Kita? Sebuah pertanyaan yang saya ajukan kepada enam perempuan muda yang terlihat sedih untuk mengakhiri perjalanan eksplorasi Sumba.

“Sumba itu ternyata unik banget. Orang-orang di sini ngomongnya keras, tapi tidak ada yang tersinggung sama sekali,” curhat Ruth.

“Sumba punya budaya yang super unik! Hanya di Sumba kita bisa lihat laki-laki yang membawa parang ke mana-mana, tapi parang itu bukan sebagai simbol kekuasaan maupun kegarangan, namun lebih sebagai simbol kejantanan bagi laki-laki yang dianggap sudah dewasa,” ujar Ratna bercerita tentang Pulau Sumba.

“Kekeluargaan di Sumba itu kental banget, kalo ada masalah selalu diatasi dengan rembug atau musyawarah bersama dan itu juga yang jadi daya tarik wisatawan yang ingin berlibur ke Sumba,” kata Charlie, mojang asal Bogor.

“Pokoknya semua yang ada di Sumba itu unik sekali,” kata pemenang lainnya. “Mulai dari interior rumah yang berupa koleksi tanduk kerbau serta rahang babi, susunan ruangan di dalam rumahnya, hingga tempat penyimpanan makanan di lumbung atas rumahnya.”

“Ini pertama kalinya aku naik pesawat dan langsung trip ke Sumba,” ucap Charlie yang begitu riang ketika mendapati dirinya sebagai salah satu pemenang di kontes Clean & Clear Cerita Indonesia Kita ini.

Budaya yang super unik dan anak-anak yang sangat baik, membuat kami semua yang datang jauh-jauh dari berbagai belahan wilayah di Indonesia ini merasa terhipnotis dengan senyum ramah anak-anak Sumba.

Walaupun Sumba tak semewah Ibukota (Jakarta) maupun seramai Pulau Dewata (Bali), saya sangat yakin Pulau Sumba akan selalu berhasil membuat siapa saja jatuh cinta dengan panorama alamnya dan keramahan penduduknya.

Semoga kalian semua punya kesempatan yang sama juga untuk bisa mengeksplorasi Pulau Sumba ya.

A A A
A

Nilai terbanyak:

      Silakan login untuk berkomentar

      Related Article