Movie & Music

Giulio: The Analog Guy

Editor Cerita Kita
By Editor Cerita Kita

Member

Share To:
Giulio: The Analog Guy

Kamu mungkin salah satu orang yang berhasil dibuat kesal oleh Giulio Parengkuan. Kemampuan aktingnya dalam Dilan 1990, sukses membuat pengunjung bioskop emosi. Terutama pas adegan Anhar yang diperankan Giulio, dengan lancangnya menampar Milea yang diperankan Vanesha Prescilla di salah satu adegan film arahan Pidi Baiq dan Fajar Bustomi ini.

Tapi CeritaKita yakin kalian tidak akan mungkin bisa kesal berkepanjangan terhadap sosok pria yang satu ini. Perawakannya yang ganteng, murah senyum dan selalu sopan ini secara instan akan meruntuhkan dinding emosi kamu dan menggantinya dengan keinginan untuk bisa mengenal sosok mahasiswa Fakultas Management ini lebih dalam lagi.

giu1

Giuolio yang disebut-sebut mirip dengan Timothée Chalamet ini pun dengan antusias menyambut undangan CeritaKita untuk ngobrol-ngobrol tentang kesibukaan, plan kedepan, juga passion dia dalam dunia fotografi. Berikut obrolannya,

CK: Hi Giu! Apa kabarnya? Sibuk apa sekarang?

Giulio: Hi! Kabar baik, sekarang lagi sibuk kuliah dan ikut-ikut casting aja.

CK: Dengar-dengar sekarang lagi doyan fotografi analog yah? Cerita donk! 

Giulio: Iya, setelah lima tahun lalu gue cukup menggeluti fotografi digital, sekarang gue tertarik dengan kamera analog yang make film. Kenapa suka Analog? Karena disini ada 1001 cara untuk dapetin hasil foto yang bagus, mulai dari cara pilih filmnya, cara pencet shutter-nya, mikirin lighting hingga cara cucinya.

CK: Udah bisa cuci foto sendiri?

Giulio: Belom, cuma lagi pingin belajar, denger-denger ada yang buka kelas untuk cuci film black and white. Gue penasaran, kayaknya seru banget prosesnya.

CK: Tipe kamera analog yang dipakai?

Giulio: Gue pake dua Analog, yang satu point and shoot, namanya Contax T2. Satu lagi SLR biasa, Nikon FM2.

giu2

CK: Apa yang ingin lo deliver dari hobby lo ini?

Giulio: Capture moment-nya sih, jadi kita dengan kamera itu punya capability untuk berhentiin waktu bergantung pada shutter-nya, dari situ kita bisa menyampaikan emosi dari scenery itu ke orang (yang liat hasilnya)

CK: Lalu apa yang menjadi inspirasi lo?

Giulio: Biasanya orang, temen-temen, tapi sekarang lagi suka dengan human interest. Dulu benda-benda mati dan dibikin black and white. Karena ada pepatah seorang fotografer yang bilang “Kalo lewat foto BW itu kita bisa lihat jiwa dari fotonya, kalo berwarna kita bisa ke-distract sama warnanya”

CK: Apa sempat ambil sekolah khusus untuk ini?

Giulio: Kalo fotografi dari awal emang cuma nyoba-nyoba aja, gak pernah belajar yang khusus, paling sambil nonton tutorial di Youtube.

CK: Terus hasil fotonya diapain?

Giulio: Hasilnya taro di Instagram aja untuk sekarang, tapi kemarin sempat kepikiran, ada yang nawarin untuk bikin pameran akhir tahun kemarin, cuma karena temanya pengen Analog, jadi gue masih harus foto sebanyak mungkin dulu kumpulin materinya.

CK: Kayaknya yang banyak jadi objek fotonya adalah keluarga yah?

Giulio: Karena mereka yang paling deket haha.. tergantung sih, kalo lagi sering pergi sama siapa, otomatis fotonya akan sering sama mereka.

giu4

CK: Jadi sekarang kemana-mana bawa kamera?

Giulio: Yess! Demi gak kehilangan moment lagi, gue selalu bawa kamera, dulu pernah ada satu moment yang bagus banget untuk di-capture, tapi karena gue gak bawa kamera, akhirnya missed. Sejak itu, gue kemana-mana bawa kamera, bahkan ke Indomaret pun gue bawa hahahah..

CK: Apa after effect yang dibikin sama film Dilan 1990?

Giulio: Pertama, efeknya itu gue jadi lebih dikenal orang. Terus, ada juga orang-orang yang jadi kesal sama gue karena peran gue disitu kan antagonis. Which is good sih sebenarnya, karena berarti gue berhasil memainkan peran itu.

CK: Terus next project-nya apa?

Giulio: Next-nya ada lanjutan filmya, Dilan 1991, shoot-nya nanti akhir tahun. Gue masih berperan sebagai Anhar. Selain itu, kita lihat aja nanti, gue lolos casting film yang mana haha

CK: Masih dekat gak dengan teman-teman dari set film yang dulu (Dilan 1990, Pertaruhan)?

Giulio: Masih dekat kok, bulan lalu gue sempat hunting foto bareng anak-anak Pertaruhan. Semuanya pake kamera analog kan, jadi seru! Awalnya yang introduce kamera analog ke gue itu si Nichol, gue juga beli, kita banyak diskusi terus Adipati juga jadi ikutan beli deh hehe..

CK: Selain kuliah dan fotografi, hari-hari lo banyak diisi dengan apa?

Giulio: Gue suka banget nonton film lama kayak filmnya Quentin Tarantino, Martin Scorcese.. gue gak terlalu suka sama film jaman sekarang, kalo film lama tuh ceritanya lebih deep, yang sekarang tuh banyak yang pointless, cuma menang di CGI aja isinya.

CK: Apa lagi impian yang ingin diwujudkan?

Giulio: Pengen coba bisnis, karena gue pengen punya point of view yang baru, mungkin gue bisa mengadopsi ilmu-ilmu yang ada di bisnis itu untuk diaplikasiin di hal-hal lain termasuk untuk dunia seni.

giu6


Giulio Parengkuan
Style and directed by Rezaindra
Photography by Stephany Azali
Wardrobe by Amot Syamsurimuda

A A A
A

Nilai terbanyak:

      Silakan login untuk berkomentar

      Related Article